Minggu, 22 Februari 2015

Apoteker Jamoe Nusantara Membagi Pengembangan dan Peluang Usaha Bamboo Tabah di Taro Patas Bali

150 Petani Dilatih Budidaya Bambu Tabah
Bambu Tabah Tingkatkan Ekonomi Desa

GIANYAR, Pos Bali – 150 Petani dilatih budidaya Bambu Tabah, di Wantilan Serbaguna Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Selasa (19/9). Pelatihan diikuti petani dari berbagai desa di Gianyar. Pelatihan dilaksanakan atas kerjasama petani Bambu Tabah, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, masyarakat Desa Taro serta berbagai ahli dibidang bambu. Pelatihan merupakan usulan masyarakat kepada Bupati Gianyar saat Bupati AA Gde Agung Bharata meninjau lokasi Penanaman Bambu Tabah beberapa waktu lalu, di Desa Kerta Kecamatan  Payangan.

Menurut Ketua Panitia, Pande Ketut Diah Kencana dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Pelatihan diikuti oleh para petani yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Gianyar. Pelatihan ini merupakan program kelanjutan dari Kongres Bambu Sedunia yang dilaksanakan di Ubud 17 tahun silam, dan diperingati sebagai Hari Bambu Sedunia setiap tanggal 17 September.  Pelatihan kali ini diisi budayawan bambu yang sangat konsisten mencintai bambu, Guntur Bisowarno asal Gunung Arjuno Purwosari, Jatim yang membawakan sejarah tentang bambu dan cara pengelolaan pada masa kini.

Diah Kencana, berterima kasih atas komitmen pelestarian bambu yang dilaksanakan Pemerintah Gianyar,  dengan melakukan penanaman Bambu Tabah di Desa Kerta dan  Desa Bukian (Kec.Payangan). Dusun Mancingan (Kec. Tampaksiring). Desa Masceti (Kec. Blahbatuh),  dan Desa Bedulu (Kec. Tampaksiring). Keseluruhan kawasan hutan Bambu Tabah di Gianyar baru mencapai 120 ha, dari 500 ha yang direncanakan.

“Bambu Tabah memiliki kelebihan dibagian rebungnya yang sangat berkualitas dengan rasa yang enak dan lembut. Jika tidak dibudidayakan Bambu Tabah kini hampir punah,” ungkap Diah Kencana.
Kontur tanah yang berbatu, diimbangi dengan kemasamam atau kebasaan tanah (PH tanah). Yang seimbang cocok untuk Bambu Tabah. Kondisi tersebut dapat menghasilkan rembung kualitas tinggi. Disamping itu, Bambu Tabah juga sangat baik untuk memperbaiki kondisi tanah, dan sekaligus sebagai daerah resapan air dan penghasil oksigen

Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menyambut baik atas apa yang dilaksanakan sekarang, kedepan Pemkab Gianyar akan terus mengajak para akademisi, pengusaha, petani dan seluruh komponen masyarakat mendukung pelestarian Bambu Tabah. “Ini akan menjadi salah satu pendukung kemajuan Gianyar,” ujarnya.

Kebun Bambu Tabah juga sudah menjadi objek wisata agro yang sangat menarik bagi wisatawan. Untuk itu, Pemkab Gianyar  bersama petani dengan dibantu pihak pendamping akan mengembangkan kebun Bambu Tabah untuk wisata agro. Pelatihan dan pengadaan peralatan untuk proses pengolahan Rebung Bambu Tabah bagi kelompok petani dan wanita tani di desa merupakan langkah awal peningkatan kesejahtraan warga desa. “Hal ini penting bagi petani setempat untuk lebih meningkatkan nilai jual produk mereka dan menambah lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan di desanya,” ujarnya.

Budidaya Bambu Tabah di Gianyar sangat tepat mengingat sejalan dengan kebijakan Pemerintah Gianyar menjadikan kawasan Gianyar utara sebagai zona pengembangan agrobisnis, konsevasi air dan culture heritage. “Hal ini juga sebagai komitmen saya sebagai Wakil Bupati Gianyar untuk lebih mengembangkan pertanian dalam arti luas dan untuk lebih mensejahterakan kehidupan petani,” ungkap Mahayastra.










Budaya dan Tradisi - ONAL, 
adalah Tradisi yang di Nasionalkan dan di Internasionalkan, 
Sandhi Sastra Kirso Cahyo Sumirat ONAL (menyeluruh/ universal)
Guntur Bisowarno waow Dia Go ONAL betul betul betul
Kirso Cahyo Sumirat Diagonal (pendiagnosis) = Pemeriksa (pengamat/ peneliti/ penghayat).






Pelatihan diharapkan disamping memberikan pemahaman tentang pengelolaan bambu, juga berguna dalam pengetahuan petani dalam meningkatkan produksi. “Mengingat pertanian merupakan cikal bakal dari pariwisata di Bali, kita harus lebih mengembangkan dan meningkatkan pertanian dan kehidupan petani,” tegasnya. C01

CQ :




Oleh Guntur Bisowarno S. Si, Apt. (Baca Sarjana Sains Apoteker)
Apoteker Jamoe Nusantara
Apoteker Bambooe Nusantara.
Apoteker Batike Nusantara.
Apoteker Arsitektur Nusantara
Herbalis, Terapis Multidimensi- Multidisipliner-Multifungsi.
Budayawan Manusia Sastra Budaya Canggih.
Yang tinggal di Desa Purwosari Pasuruan
Kaki Gunung Arjuno Jawa Timur
hp 085235807140

Tidak ada komentar:

Posting Komentar